HARI IBU
HARI ibu itulah kalimat yang selalu terucap ketika tanggal 25 desember dan hari itu juga yang selalu diperingati dengan berbagai cara oleh masyarakat Indonesia khususnya. Yang perlu dipertanyakan apakah hanya cukup dengan peringatan mengadakan pesta atau dengan bareng-bareng berdemo untuk sekedar mencari kesempatan dan sensasi? Ini sebuah pertanyaan besar yang patut kita jawab dengan hati yang mendalam, karena pada kenyataannya setiap peringatan hari besar hal itulah yang terjadi tanpa menghiraukan apa makna dan hakikat dari peringatan tersebut.
Peringatan hari-hari besar termasuk hari ibu sebenarnya bertujuan untuk mengenang dan memahami serta memberikan penghormatan kepada para kaum ibu, hal ini tidak lepas dari begitu amat penting peran ibu dalam suatu rumah tangga bahkan ibu merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang selama ini selalu tidak kita sadari. Bayangkan seorang ibu telah mengandung anaknya selama sembilan bulan sepuluh hari, setelah itu menyusui selama dua tahun serta selalu memberikan kasih sayang terhadap anaknya sepanjang hidupnya tanpa mengharapkan sedikitpun imbalan.
Tidak heran apabila dalam agama islam ibu pun mendapatkan tempat yang mulia hal ini sesuai sabda nabi muhammad saw yang mengatakan “surga itu berada di bawah kaki ibu” pernyataan yang begitu singkat akan tetapi memberikan makna yang sangat luas. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya anjuran bahkan kewajiban sebagai seorang anak untuk selalu menghormati orang yang telah melahirkannya (red. ibu) di manapun dan kapan pun. Selain itu sebagai seseorang yang beriman kita sudah seharusnya untuk selalu menghormati para kaum wanita seperti layaknya kita menghormati ibu sendiri.
Di hari yang penuh kegembiraan ini mari kita renungkan dan pelajari kembali makna “hari ibu” yang selama ini hilang entah ke mana. Dengan kembalinya kita memahami “hari ibu” akan menjadikan kita ingat akan jasa-jasa seorang ibu yang sangat besar dan urgen dalam kehidupan ini. Dengan selalu kita ingat akan kebesaran jasa-jasanya maka akan timbul dari diri kita rasa hormat, sehingga tidak terjadi pelecehan terhadap para kaum perempuan serta mengurangi adanya perdagangan wanita (trafficking) yang selama ini banyak terjadi di belahan bumi Indonesia tercinta. Dan dengan adanya peringatan hari ibu semoga menjadikan semangat tersendiri bagi kaum ibu untuk lebih dapat menyayangi dan memberikan segala perhatiannya terhadap anak-anaknya sehingga di masa mendatang akan tercipta generasi bangsa yang penuh kasih sayang dalam memimpin serta taat beribadah pada tuhan yang maha esa.
Kegusaranku yang selama ini selalu membayangi hidupku
Dikala aku ingat jasamu yang penuh iklas suci mulia
Tak kan ada yang sanggup membalas jerih payahmu
Andai seluruh hidupku ku abdikan
Itu hanya sebagian kecil obat
Obat dikala engkau meregang nyawa
Demi nyawaku
Nyawa diri sendiri engkau korbankan
Oooooh ibu….
Sungguh mulia engkau
Kan ku abdikan seluruh hidupku untuk berbakti padamu
Met hari ibu
Selasa, 23 Desember 2008
IBU pahlawanku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar